KOMUNIKASI PRODUKTIF PADA ANAK
LEVEL 1 BUNDA SAYANG
INSTITUT IBU PROFESIONAL
Selasa, 11 september 2018
Oleh: Aisyah Muzakkir
Bunsay#4/ Kelas Online Sulawesi
Target: Gantilah kalimat yang menolak/mengalihkan perasaan dengan kalimat yang menunjukkan empati
Jadi anak pertama saya itu alias kakak Aufa suka banget nangis. Entah bawaan lahir memang suka nangis tantrum lebay hingga terbawa sampai sekarang atau ada faktor x lainnya. Tapi yang saya yakini bahwa anak-anak memang tipe pembawaan lahirnya beda-beda dan saya mengambil positifnya bahwa anak yang suka menangis itu terkadang lebih cepat peka dan sweet deh.. 😍 saya kadang di peluknya.
Jadi ceritanya gini, kakak Aufa itu suka kehilangan barang. Terkadang saya sebagai bundanya suka ngomong, cari aja sendiri, wah tambah tantrum kakak Aufa, kita juga sebagai orang tua kadang ga ngerasa ikutan tantrum juga. Padahal kan tidak boleh, anak jadi tambah mencontoh gaya tantrum orang tua nya.
Makanya saya mulai ubah style komunikasi nih bunda.
"Kakak Aufa kenapa nangis? Sebenarnya tadi Aufa main dimana?"
Mulailah berbicara sesugukan dan kurang jelas, tapi yang ku tangkap " disini ummiii, mana ummiii mainannya kakak aufaaaa"
"Ayok sama-sama cari"
Biasa kalau mainan yang dicari itu mainan kecil banget kayak mobilan hotwils yang susah banget di cari, pilihannya berdoa dalam hati " Ya Allah, Engkau Maha Melihat, semoga engkau berkenan memperlihatkan mainan anakku ini ya Allah"
😂
Dan Alhamdulillah dapat.
Kalau ga dapat, yah cari sampai dapat, usah yah buk.
Yah sambil menasehati juga," ummi juga suka main, kalau main, ummi ingat dimana simpannya, kakak Aufa juga gitu yah, kan ummi sudah siapkan, ini tempat mobil-mobilnya, ini tempat pasang-pasang, lain kali ingat yah nak".
Wajahnya pun kembali ceria.
Semoga ada perubahan setelah diingatkan, dan tentunya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik perlu proses dan harus diingatkan selalu.
#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar