Minggu, 23 September 2018

Surat Buat Anakku

Bismillah
Buat anakku yang tersayang
Aufa
Anak sulungQ yang pertama lahir di kehidupan ummi dan Aby
Ya Allah terima kasih
Aufa yang begitu cerewetnya telah menemani hingga kini dan in syaa Allah seterusnya yah nak
Aufa terima kasih,, Sudah bisa buat umi dan Aby tertawa dengan tingkah mu
Walau kadang Aufa juga sering nangisnya
Tapi Umy tau kalau Aufa belum mengerti
Kalau Aufa sebenarnya belum sanggup
Maafkan Umy kalau kadang Umy emosi, dan berubah diam membelakangi kakak Aufa
Karena Umy lagi berusaha menenangkan diri dari banyaknya hal-hal yang buat Umy capek

Doakan Umy semoga Umy bisa memberikan hal-hal yang bermanfaat buat mu anak-anak ku Aufa dan Yumna

Aufaku dan Yumna ku sayang,
Umy mau ajak kalian untuk mencintai kebersihan
Karena kebersihan adalah sebagian dari iman
Kalau rumahnya bersih itu berarti rumah kita rapi dan indah
Allah pasti suka.
Kita sama-sama buat rumah kita rapi yah nak.

Nanti kalau rumahnya rapi, malaikat akan betah tinggal di rumah kita.

Trus kalau kita berdoa, in syaa Allah malaikat ikut mengaminkan permintaan kita. Dan in syaa Allah doa kita di kabulkan.

Ayok kakak Aufa dan adek Yumna mau minta apa sama Allah?

Kalau dah di jawab, Nanti kita sama-sama beresin rumah kita yah ^^ supaya bisa di aminkan sama Malaikat dan dikabulkan oleh Allah

Salam Sayang,
Dari Umy

#gemar #rapi #sukarapi #gemarrapi
#komunitasgemarrapi
#menatadirimenatanegeri
#shokyuuclass
#shokyuuB2Task10
#semangatrapi

Kamis, 20 September 2018

Observasi

KOMUNIKASI PRODUKTIF PADA ANAK
LEVEL 1 BUNDA SAYANG
INSTITUT IBU PROFESIONAL


Jumat, 21 september 2018


Oleh: Aisyah Muzakkir
Bunsay#4/ Kelas Online Sulawesi


Target: Observasi


Mengenai observasi untuk ananda Aufa 

Saya sering sebagai orang tua mengobservasi apa yang akan saya ucapkan buat anakku, kecuali kalau saat saya emosi banget, yaaaah kadang juga saya kalap, karena saya hanya manusia biasa. Todak untuk ditiru yah bund

Tapij jangankalap terus juga, kasian anak-anak. Bisa jadi, Anak itu mencontoh kalapnya alias tantrum orang tuanya. Biasa kita gak sadar, ternyata orang tua lebih tantrum dari pada anaknya...naudzu billahi min dzalik

 Ada resepnya supaya ga kalap sama anak, baca istighfar dan menjauhkan sejenak dari anak. Ini yang ampuh menurut saya.

Jadi Kakak Aufa itu suka nangis, wajar yah namanya anak-anak. Tapi emang sih bawaan lahirnya kakak Aufa itu suka nangis, jadi kalimat yang sering kami gunakan "kakak Aufa nangis ya, cerita yang pelan-pelan dulu sama ummi"

Kalau anak lagi tantrum agak susah yah di ajak ngomong. Tunggu sampai anak nangisnya reda dulu. Baru deh bisa cerita. Saya malah sering, kalau kakak Aufa nangis, saya menjauh dari dia. Atau suruh kakak Aufa masuk kamar, Supaya di bisa tumpahkan segala tangisannya di tembok 😅. Iyah di tembok aja yah nak, kalau dah reda. Biasanya dia datang meluk aku tuh😍😍😍, unnch so sweet banget...hehehe

Jadi sebenarnya kalau mau dapat anaknya unch gitu, harus tahan emosi yah, saya juga masih proses belajar menghadapi tantrum lebay alaynya si anak 😂


# hari10
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


Selasa, 18 September 2018

Fokus pada solusi

KOMUNIKASI PRODUKTIF PADA ANAK
LEVEL 1 BUNDA SAYANG
INSTITUT IBU PROFESIONAL

Rabu, 19 september 2018

Oleh: Aisyah Muzakkir
Bunsay#4/ Kelas Online Sulawesi

Target: Fokus pada solusi bukan pada masalah

Kadang saya merasa anakku ini terkadang banyak masalahnya, hehe😅
Sedikit-sedikit panggil umminya
Padahal sebenarnya dia mampu menyelesaikan nya sendiri.
Tapi yang ku amati mungkin kakak Aufa suka cari perhatian, kan punya adik kecil. Jadi bawaannya mau di manja juga.
"Ummi mau minum"
"Iyya ambil di dalam nak"
Biasanya yah, dia jalan sendiri masuk.
Kali ini agak berbeda
"Sama ummi saja"
Padahal kan saya lagi beberes alias sibuk
"Kan Aufa ada Kakinya, kaki di pakai jalan toh...ayok jalan masuk ambil minum"
"Sama ummi sajaaaaa"
Hummh
"Kenapa Aufa mau sama ummi ambil minumya?"
Tiba-tiba Aufa mendekat dan mau dititah lagi buk. Kayak adek Yumna
Baiklah, kami berdamai.
Terkadang ada hal yang tak perlu dipermasalahkan, mungkin solusinya anak sendiri sudah tau' yah. Dan mungkin dia butuh perhatian dari umminya😘

# hari9
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Rabu, 12 September 2018

Mengatakan Keinginan

KOMUNIKASI PRODUKTIF PADA ANAK
LEVEL 1 BUNDA SAYANG
INSTITUT IBU PROFESIONAL

Kamis, 13 september 2018

Oleh: Aisyah Muzakkir
Bunsay#4/ Kelas Online Sulawesi

Target: Mengatakan Keinginan

Kita sebagai orang tua harus pintar dalam memilih kosa kata yang pas buat anak, kali ini saya selalu sounding kakak Aufa untuk mengatakan BISA
"Aufa bisa mandi sendiri, Aufa bisa makan sendiri, Aufa bisa buka laci sendiri"
"Ummiii sajaaaaa yang bisa buka laci yaaa"
Jadi ceritanya kakak Aufa mau ambil gunting dalam laci
"Aufa bisa buka laci...hiattt
Aufa kuat...hiattt
Aufa bisa...hiathhh"
🤣😂😂😂😂
Yah sambil kepalkan tangan " Aufa kamu Bisaaa"
"Huaaaaa ummiii sajaaaaa"
Terus saja saya sounding kata-kata itu.
Hingga pada akhirnya, dia lupa dengan masalahnya tadi dan ganti ke permainan lain.
Nah, kami masuk kamar, ada mainan yang mau diganti talinya dengan tali yang lebih bagus buat penarik mobilannya
"Kalo mau ganti talinya harus ambil gunting di laci dulu" kata saya
"Owh iyyah, Aufa kuat ummi, Aufa bisa buka laciii"
Dalam hati "Alhamdulillah yesss akhirnya Aufa mengatakan apa yang kuinginkan selama ini"
Barusan tuh ngomong bisa dan kuat.
"Ini ummi gunting nya, Aufa bisa ummi, Aufa kuat"
"Ma syaa Allah, Alhamdulillah makasih yah kakak Aufa, sini mobilnya, ummi bantu gunting talinya"
Dan Alhamdulillah kembali ceria deh anakQu.
Harus terus sounding anak dengan kata-kata yang positif karena anak cepat sekali meng-copy apa yang ia dengar atau dilihatnya.

#hari8
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Refleksi pengalaman

KOMUNIKASI PRODUKTIF PADA ANAK
LEVEL 1 BUNDA SAYANG
INSTITUT IBU PROFESIONAL

Rabu, 12 september 2018

Oleh: Aisyah Muzakkir
Bunsay#4/ Kelas Online Sulawesi

Target: Refleksi pengalaman

Setelah sore menyapa kami, saya mengajak Aufa dan adek Yumna untuk mandi lalu memakaikan baju buat adek Yumna sedangkan kakak Aufa pakai celana sendiri dan bajunya di bantu oleh saya .
Dan setelah itu, saya mengajaknya untuk menemani menyiram tanaman di halaman rumah. Nah si kakak main air tuh, sampai celananya basah.
"Ummi basah celana ku nih"
"Owh ya sudah Aufa ganti celana"
"Ummi saja yang ambilkan celananya aufa"
"Aufa kan punya kaki buat jalan, ayok jalan kesana ambil celana nya"
"Ummi sajaaaaa"
Mulai nih si kakak teriak-teriak  menyuruh saya dan berulang-ulang alias tantrum.
Saya pun mulai menasehati "Ummi dulu waktu kecil kayak Kaka Aufa, kalau mau ambil baju dan celana, ummi ambil sendiri, pakai sendiri. Nah Aufa juga ikuti ummi, Aufa kan ada kakinya untuk jalan"
Kalimat itu yang ku ulang-ulangi dan akhirnya kakak Aufa mau juga bergerak tapi katanya "mana tangannya ummi, Aufa mau kayak Yumna"
Hummh ya ampun, ternyata kakak Aufa mau di titah kayak adeknya😂
Duh nih yah, kakak aufa suka ada-ada saja. Lebih baik kami berdamai. Akhirnya saya titah kakaknya berjalan mengambil celana nya. Dan dia pakai sendiri lah celananya.

#hari7
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Selasa, 11 September 2018

Lebih empati ke Anak

KOMUNIKASI PRODUKTIF PADA ANAK
LEVEL 1 BUNDA SAYANG
INSTITUT IBU PROFESIONAL

Selasa, 11 september 2018

Oleh: Aisyah Muzakkir
Bunsay#4/ Kelas Online Sulawesi

Target: Gantilah kalimat yang menolak/mengalihkan perasaan dengan kalimat yang menunjukkan empati

Jadi anak pertama saya itu alias kakak Aufa suka banget nangis. Entah bawaan lahir memang suka nangis tantrum lebay hingga terbawa sampai sekarang atau ada faktor x lainnya. Tapi yang saya yakini bahwa anak-anak memang tipe pembawaan lahirnya beda-beda dan saya mengambil positifnya bahwa anak yang suka menangis itu terkadang lebih cepat peka dan sweet deh.. 😍 saya kadang di peluknya.
Jadi ceritanya gini, kakak Aufa itu suka kehilangan barang. Terkadang saya sebagai bundanya suka ngomong, cari aja sendiri, wah tambah tantrum kakak Aufa, kita juga sebagai orang tua kadang ga ngerasa ikutan tantrum juga. Padahal kan tidak boleh, anak jadi tambah mencontoh gaya tantrum orang tua nya.
Makanya saya mulai ubah style komunikasi nih bunda.
"Kakak Aufa kenapa nangis? Sebenarnya tadi Aufa main dimana?"
Mulailah berbicara sesugukan dan kurang jelas, tapi yang ku tangkap " disini ummiii, mana ummiii mainannya kakak aufaaaa"
"Ayok sama-sama cari"
Biasa kalau mainan yang dicari itu mainan kecil banget kayak mobilan hotwils yang susah banget di cari, pilihannya berdoa dalam hati " Ya Allah, Engkau Maha Melihat, semoga engkau berkenan memperlihatkan mainan anakku ini ya Allah"
😂
Dan Alhamdulillah dapat.
Kalau ga dapat, yah cari sampai dapat, usah yah buk.
Yah sambil menasehati juga," ummi juga suka main, kalau main, ummi ingat dimana simpannya, kakak Aufa juga gitu yah, kan ummi sudah siapkan, ini tempat mobil-mobilnya, ini tempat pasang-pasang, lain kali ingat yah nak".
Wajahnya pun kembali ceria.
Semoga ada perubahan setelah diingatkan, dan tentunya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik perlu proses dan harus diingatkan selalu.

#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Senin, 10 September 2018

Jelas dalam memberikan pujian atau kritikan kepada anak

KOMUNIKASI PRODUKTIF PADA ANAK
LEVEL 1 BUNDA SAYANG
INSTITUT IBU PROFESIONAL

Senin, 10 september 2018

Oleh: Aisyah Muzakkir
Bunsay#4/ Kelas Online Sulawesi

Target: Jelas dalam memberikan pujian atau kritikan

Hari ini, kami ada kegiatan outdoor yang diselenggarakan oleh sekolah adik kami yaitu Rafi Fahriansyah. Kegiatan yang kami lakukan adalah mengunjungi tempat bibit persemaian di Maros alias dekat Bantimurung.
Ma syaa Allah kami sangat excited yah, apalagi bunda nya karena lagi mendelami hobi menanam.
Kami pun berangkat menggunakan bus besar, waaah kakak Aufa sangat senang kalau pakai bus, dia bilangnya " bus tayo ummiii"😅
Sesampainya di tempat persemaian kami pun turun dan melihat-lihat berbagai macam tanaman.
Ada durian, rambutan, Pinus, Bidara dan lain-lain.
Rafi pun pergi meninggalkan kami dan ikut kegiatan yang dilaksanakan oleh guru-gurunya. Kegiatannya pergi menanam. Yap, tadi pun saya membaca tulisan kurang lebih seperti ini "mari kita menanam, minimal 25 pohon untuk generasi kita berikutnya"
Ma syaa Allah saya sebenarnya lupa apa betul angkanya yah. Tapi yang jelas, bahwa penting bagi kita untuk menanam pohon yah bunda. Apalagi alhamdulillah negara kita di anugrahi tanah yang subur.
Tinggal kita sebagai manusia dan hamba Allah yang bergerak untuk menghijaukan bumi.
Alhamdulillah perjalanan kami begitu bermakna, banyak hal yang di pelajari. Dan kami dapat oleh-oleh tanaman bidara, rambutan dan durian. Gratis, yeaaay😂😍
Hingga kami pun sampai di rumah
"Kakak Aufa ma syaa Allah hari ini tidak pernah nangis, terima kasih yah nak"
Maklum yah bunda, anak saya ini orangnya sebenarnya sangat cengeng, tapi Alhamdulillah hari ini tidak pernah nangis, hampir sih tapi masih bisa  dikendalikan 😂.
Kita sebagai ibu, jangan menyerah untuk mendelami sifat-sifat anak yang kadang suka heboh dan tiba-tiba nangis. Memang fitrahnya seperti itu kalau anak-anak suka heboh nan lebay dan kadang juga nangis tidak jelas. Jadi kalau sudah nangis, dibujuk atau tunggu tangisannya mereda lalu di datangi.
Tanyakan, tadi kakak kenapa, pahami anak lalu luruskan jika anak salah.

#hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional